Tuesday, March 21, 2017

Contoh Perangkat/Dokumen Pembelajaran SD


Perangkat/Dokumen Pembelajaran sangat diperlukan oleh tenaga pendidik, seperti halnya dalam kegiatan belajar mengajar. Dalam kegiatan belajar mengajar butuh persiapan yang baik agar tujuan dalam belajar dapat tercapai, karena berpedoman pada dokumen pembelajaran yang ada. Untuk itu Admin akan memberikan contoh dari perangkat/dokumen pembelajaran SD dengan tujuan agar Anda paham mengenai perangkat pembelajaran di sekolah.

Contoh dari perangkat/dokumen pembelajaran ini hanya untuk Sekolah Dasar, berisi:
1. Pemetaan SK dan KD
2. Silabus
3. RPP
4. Promes
5. KKM

Langsung saja Anda Unduh di bawah ini:

Perlu Anda ketahui data di atas hanya sebatas contoh, akan lebih baik jika Anda dapat membuat perangkat pembelajaran Anda sendiri karena menyesuaikan silabus dan kurikulum sekolah Anda.

Tambahan:
Jika anda mengalami masalah ketika download seperti gambar di bawah ini:


Maka cukup anda Klik tanda sudut kebawah dan pilih Keep.



Jika ada pertanyaan terkait artikel dan konten pada Blog ini, anda dapat meninggalkan komentar atau bisa menghubungi saya melalui Contacts, akan saya balas pertanyaan anda segera mungkin. Terima kasih, Semoga bermanfaat.

Bentuk Surat Yang Baik dan Benar

Salam Pembaca. Kali ini Admin akan memberikan gambaran beberapa format bentuk surat yang digunakan suatu instansi. Mari kita lihat di bawah ini.

Sebelumnya saya pernah menulis artikel tentang bagian-bagian surat yang benar dari Kop surat sampai nama penanda tangan. Dan penempatan bagian-bagian surat itu termuat dalam format tertentu membuat perbedaan-perbedaan bentuk surat, yang biasa disebut juga dengan istilah "style". Bentuk atau "style" surat dalam suatu organisasi ditentukan oleh organisasi yang bersangkutan. Namun ada beberapa bentuk-bentuk surat yang biasa digunakan dalam suatu lingkungan organisasi atau perusahaan niaga, yaitu sebagai berikut:

1. Format Balok/Lurus Penuh (Full Block Style)

2. Format Balok yang diubah (Modified Block Style)

3. Format Setengah Balok (Semi Block Style)

4. Format Sederhana (Simplified)

5. Format Surat Resmi 1

6. Format Surat Resmi 2

7. Format Surat Resmi (KEPMENPAN No. 71/1993)

8. Format Paragraf Menggantung (Hanging Paragraf)

Itulah beberapa bentuk-bentuk surat, semoga dapat membuat Anda lebih paham mengenai surat dan untuk memperbaiki kesalahan penempatan bagian-bagian surat yang mungkin Anda buat.

Jika ada pertanyaan terkait artikel dan konten pada Blog ini, anda dapat meninggalkan komentar atau bisa menghubungi saya melalui Contacts, akan saya balas pertanyaan anda segera mungkin. Terima kasih.

Monday, March 20, 2017

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)


Semua pekerjaan apapun itu pasti memiliki rencana, begitu pula kegiatan belajar mengajar di sekolah. Didalam pelaksanaan pembelajaran di sekolah, tentu harus memiliki rencana dahulu sebelum melaksanakan pembelajaran, agar SK dan KD dalam pelajaran tercapai sesuai dengan yang diinginkan oleh Guru. Oleh karena itu dibutuhkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) . Apa yang dimaksud dengan RPP, langsung saja Anda lihat di bawah ini.

Pengertian Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)


Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar yang ditetapkan dalam Standar Isi dan dijabarkan dalam silabus. Maka ringkasnya RPP adalah rencana operasional kegiatan pembelajaran setiap atau beberapa KD dalam setiap tatap muka di kelas. Lingkup RPP paling luas mencakup 1 (satu) Komptensi Dasar yang terdiri atas 1 (satu) indikator atau beberapa indikator untuk 1 (satu) kali pertemuan atau lebih.

RPP harus berupa kegiatan konkret setapak demi setapak yang dilakukan oleh guru di kelas dalam mendampingi peserta didik. Satu hal yang amat penting dalam penyusunan RPP adalah bahwa kegiatan pembelajaran harus diarahkan agar berfokus pada peserta didik, sedangkan guru berperan sebagai pendamping, fasilitator. Artinya, ketika guru memilih pendekatan, metode, materi, pengalaman belajar, interaksi belajar mengajar harus memungkinkan peserta didik berinteraksi dan aktif, sedang guru memfasilitasi dan mendampinginya. .

Tujuan Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)


Pembentukan RPP memiliki tujuan diantaranya adalah:
  • Memberikan landasan pokok bagi guru dan siswa dalam mencapai kompetensi dasar dan indicator.
  • Memberi gambaran mengenai acuan kerja jangka pendek.
  • Karena disusun dengan menggunakan pendekatan sistem, memberi pengaruh terhadap pengembangan individu siswa.
  • Karena dirancang secara matang sebelum pembelajaran, berakibat terhadap nurturant effect.

Landasan Pengembangan RPP


Landasan RPP adalah PP no 19 tahun 2005 pasal 20. Di dalam PP no 19 tahun 2005 pasal 20 dikatakan bahwa perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pembelajaran yang memuat sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, metode pembelajaran, sumber belajar, dan penilaian hasil belajar.

Itulah pengertian singkat mengenai RPP, semoga menjadikan Anda lebih paham lagi mengenai Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Jika Anda ingin melihat format/bentuk dari Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Anda dapat unduh di bawah ini:
Format Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Semoga bermanfaat, salam semangat. Terima kasih.

Rincian Minggu Efektif


Salam Pembaca
Apakah Anda telah mengenal dan memahami dengan yang namanya minggu efektif. Langsung saja Anda lihat di bawah ini

Minggu efektif adalah jumlah minggu yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran tiap semester berdasarkan kalender pendidikan. Setiap semester tentu minggu efektifnya selalu berubah-ubah disesuai dengan kalender tahun berjalan.

Cara menghitung minggu efektif sebenarnya sangat mudah, dalam setiap awal bulan yakni tanggal 1 akan jatuh pada hari yang berbeda. Jika dalam satu minggu tersebut memiliki 3 hari atau lebih hari efektif maka terhitung 1 minggu efektif. Sedangkan untuk minggu yang kurang dari 3 hari efektif maka tidak dihitung minggu efektif.

Minggu efektif bisa berkurang jumlahnya karena ada beberapa hal yang sudah terjadwal seperti UTS (Ujian Tengah Semester), UAS (Ujian Akhir Semester), UKK (Ulangan Kenaikan Kelas), UN (Ujian Nasional), Porseni (Pekan Olahraga dan Seni) dan lain sebagainya. Bisa juga berkurang karena adanya hari libur Nasional. Yang terpenting bisa dikatakan minggu efektif jika dalam satu minggu memiliki 3 hari atau lebih hari efektif dan semua itu dibuat dalam format rincian minggu efektif.

Itulah penjelasan singkat mengenai Rincian Minggu Efektif, Semoga menambah kepahaman Anda. Bagi Anda yang ingin melihat Rincian Minggu Efektif, Anda dapat meng-unduhnya di bawah ini:
Format Rincian Minggu Efektif

Tinggal diubah jumlah jam pelajaran dalam seminggunya disesuaikan dengan mata pelajaran yang diampu. Terima kasih. Semoga bermanfaat.

Silabus


Halo Pembaca, Semoga Anda sehat selalu.
Kali ini saya akan memberikan penjelasan sedikit mengenai Silabus, dimana RPP yang termasuk rencana pembelajaran itu pun berpedoman pada silabus, itu artinya silabus sangat penting atau berguna. Lalu apa pengertian serta definisi dari silabus, langsung saja Anda lihat di bawah ini.

Pengertian Silabus


Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi , kompetensi dasar, materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator, penilaian, alokasi waktu, dan sumber/bahan/alat belajar. Silabus merupakan penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasar ke dalam materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian.

Silabus merupakan seperangkat rencana dan pengaturan tentang kegiatan pembelajaran, pengelolaan kelas, dan penilaian hasil belajar.

Silabus berisikan komponen pokok yang dapat menjawab pertanyaan berikut:
  1. Kompetensi yang akan ditanamkan kepada peserta didik melalui suatu kegiatan pembelajaran
  2. Kegiatan yang harus dilakukan untuk menanamkan / membentuk kompetensi tersebut
  3. Upaya yang harus dilakukan untuk mengetahui bahwa kompetensi tersebut sudah dimiliki peserta didik
Silabus bermanfaat sebagai pedoman sumber pokok dalam pengembangan pembelajaran lebih lanjut, mulai dari pembuatan rencana pembelajaran, pengelolaan kegiatan pembelajaran, dan pengembangan sistem penilaian.

Prinsip Pengembangan Silabus

  • Ilmiah . Keseluruhan materi dan kegiatan yang menjadi muatan dalam silabus harus benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuan.
  • Relevan. Cakupan, kedalaman, tingkat kesukaran dan urutan penyajian materi dalam silabus sesuai dengan tingkat perkembangan fisik, intelektual, sosial, emosional, dan spritual peserta didik.
  • Sistematis. Komponen-komponen silabus saling berhubungan secara fungsional dalam mencapai kompetensi.
  • Konsisten. Adanya hubungan yang konsisten (ajeg, taat asas) antara kompetensi dasar, indikator, materi pokok, pengalaman belajar, sumber belajar, dan sistem penilaian.
  • Memadai. Cakupan indikator, materi pokok, pengalaman belajar, sumber belajar, dan sistem penilaian cukup untuk menunjang pencapaian kompetensi dasar.
  • Aktual dan Kontekstual. Cakupan indikator, materi pokok, pengalaman belajar, sumber belajar, dan sistem penilaian memperhatikan perkembangan ilmu, teknologi, dan seni mutakhir dalam kehidupan nyata, dan peristiwa yang terjadi.
  • Fleksibel. Keseluruhan komponen silabus dapat mengakomodasi keragaman peserta didik, pendidik, serta dinamika perubahan yang terjadi di sekolah dan tuntutan masyarakat.
  • Menyeluruh. Komponen silabus mencakup keseluruhan ranah kompetensi (kognitif, afektif, psikomotor).

Unit Waktu Silabus

  1. Silabus mata pelajaran disusun berdasarkan seluruh alokasi waktu yang disediakan untuk mata pelajaran selama penyelenggaraan pendidikan d tingkat satuan pendidikan.
  2. Penyusunan silabus memperhatikan alokasi waktu yang disediakan per semester, per tahun, dan alokasi waktu mata pelajaran lain yang sekelompok.
  3. Implementasi pembelajaran per semester menggunakan penggalan silabus sesuai dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar untuk mata pelajaran dengan alokasi waktu yang tersedia pada struktur kurikulum. Khusus untuk SMK/MAK menggunakan penggalan silabus berdasarkan satuan kompetensi.

Pengembang Silabus


Pengembangan silabus dapat dilakukan oleh para guru secara mandiri atau berkelompok dalam sebuah sekolah atau beberapa sekolah, kelompok Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) pada atau Pusat Kegiatan Guru (PKG), dan Dinas Pendidikan.
  1. Disusun secara mandiri oleh guru apabila guru yang bersangkutan mampu mengenali karakteristik siswa, kondisi sekolah dan lingkungannya.
  2. Apabila guru mata pelajaran karena sesuatu hal belum dapat melaksanakan pengembangan silabus secara mandiri, maka pihak sekolah dapat mengusahakan untuk membentuk kelompok guru mata pelajaran untuk mengembangkan silabus yang akan digunakan oleh sekolah tersebut.
  3. Di SD/MI semua guru kelas, dari kelas I sampai dengan kelas VI, menyusun silabus secara bersama. Di SMP/MTs untuk mata pelajaran IPA dan IPS terpadu disusun secara bersama oleh guru yang terkait.
  4. Sekolah yang belum mampu mengembangkan silabus secara mandiri, sebaiknya bergabung dengan sekolah-sekolah lain melalui forum MGMP/PKG untuk bersama-sama mengembangkan silabus yang akan digunakan oleh sekolah-sekolah dalam lingkup MGMP/PKG setempat.
  5. Dinas Pendidikan setempat dapat memfasilitasi penyusunan silabus dengan membentuk sebuah tim yang terdiri dari para guru berpengalaman di bidangnya masing-masing.

Komponen-Komponen Silabus


Silabus dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan terdiri dari beberapa komponen, sebagai berikut.
  1. Standar Kompetensi Mata Pelajaran
  2. Kompetensi Dasar
  3. Hasil Belajar
  4. Indikator Hasil Belajar
  5. Materi Pokok
  6. Kegiatan Pembelajaran
  7. Alokasi Waktu
  8. Adanya Penilaian
  9. Sarana dan Sumber Belajar

Itulah pengertian singkat mengenai Silabus. Apakah Anda sudah paham pengertian dari silabus dan apakah Anda ingin mencoba membuat silabus Anda sendiri. Jika Anda ingin melihat format/bentuk dari Silabus, Anda dapat unduh di bawah ini:
Format Silabus (RPP)

Semoga bermanfaat, salam semangat. Terima kasih.