Tuesday, July 25, 2017

Surat Perjanjian Jual Beli


Surat perjanjian jual beli merupakan surat perjanjian yang dibuat oleh pihak penjual dan pembeli, di mana dinyatakan bahwa pihak penjual wajib menyerahkan suatu barang dan berhak atas harga barang tersebut, sedangkan pihak pembeli berhak atas penerimaan barang tersebut dan wajib menyerahkan harga barang kepada penjual.

Dalam membuat perjanjian jual beli, para pihak bebas memilih bentuk surat perjanjiannya, apakah dengan akta di bawah tangan atau akta otentik. Kecuali untuk jual beli benda tidak bergerak seperti tanah atau rumah, maka mereka diharuskan membuatnya dalam bentuk akta otentik.

Isi surat perjanjian jual beli berisi ketentuan-ketentuan:
  1. Objek atau barang yang diperjualbelikan,
  2. Harga barang yang disetujui,
  3. Cara pembayaran yang disepakati,
  4. Resiko dalam jual beli,
  5. Hak-hak dan kewajiban lain harus di taati oleh kedua belah pihak,
  6. Nama dan alamat atau tempat tinggal para pihak,
  7. Tanggal pembuatan perjanjian jual beli,
  8. Tempat penyerahan objek jual beli, dan
  9. Tanggung jawab dan pembayaran pajak berkenaan dengan objek jual beli.

Sebelum menyusun dan menggunakan surat perjanjian jual beli harus diperhatikan:
  1. Apakah barang yang akan dijual itu benar-benar milik si pemilik barang
  2. Pembeli harus meneliti betul mengenai barang yang akan di jual, seperti surat-suratnya, keadaan barang, harganya, dan contoh barang
  3. Meneliti persyaratan dan cara pembayaran dan pengiriman barang dengan seksama
  4. Penjual meneliti keadaan pembeli, terutama kemampuan keuangan pembeli
  5. Berdialog soal persyaratan yang diajukan dalam jual beli
  6. Mentaati setiap hak dan kewajiban oleh masing-masing pihak, agar masing-masing pihak tidak ada yang merasa dirugikan.

Contoh surat perjanjian jual beli (Ingat di bawah ini merupakan contoh/format yang bisa jadi tidak sama dengan aslinya):

Surat Perjanjian Jual Beli 1 -> Unduh Format
Surat Perjanjian Jual Beli 2 -> Unduh Format

Itulah sedikit penjelasan dan contoh mengenai surat perjanjian jual beli. Jika ada pertanyaan seputar artikel ini dapat Anda sampaikan melalui kolom komentar atau melalui Contact. Luangkan waktu sejenak Anda untuk Share artikel ini di social media jika sekiranya bermanfaat dengan menekan tombol di bawah ini. Terima kasih, Semoga bermanfaat.

Friday, July 21, 2017

Surat Perjanjian Pinjam Uang


Salam Pembaca. Sebelumnya saya telah membuat artikel mengenai surat perjanjian kerja dan sewa-menyewa. Nah, untuk kali ini masih berada pada surat perjanjian, namun surat perjanjiannya yaitu Surat Perjanjian Pinjam Uang. Apakah yang dimaksud dengan surat perjanjian pinjam uang?.

Surat perjanjian pinjam uang adalah suatu surat perjanjian, dimana pihak yang satu (kreditur) atau bisa kita sebut yang pihak meminjamkan memberikan sejumlah uang kepada pihak lain (debitur) atau disebut juga peminjam, dengan syarat debitur akan mengembalikan sejumlah uang yang sama nilainya pada waktu yang telah disepakati.

Agar perjanjian pinjam uang tersebut dapat terlaksana dengan baik, maka di dalam surat perjanjian harus dinyatakan dengan tegas mengenai hak dan kewajiban kedua belah pihak. Perjanjian pinjam uang ini dibuat dalam bentuk akte di bawah tangan atau akte otentik. Apabila pinjam uangnya kepada bank, biasanya pinjaman dibuat dalam bentuk akte otentik.

Adapun isi surat perjanjian pinjam uang, yaitu :
  1. Besarnya uang pinjaman
  2. Besarnya bunga
  3. Ongkos-ongkos (ongkos provinsi dan administrasi)
  4. Lamanya pinjaman
  5. Jaminan hutang atau hak-hak kebendaan
  6. Hak-hak dan kewajiban lainnya.

Sedangkan, dalam menyusun dan menggunakan surat perjanjian pinjam uang. Maka harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
  1. Kreditur harus memperhatikan keadaan debitur (peminjam) apakah dia dapat mengembalikan pinjaman tepat pada waktunya.
  2. Apakah jaminan debitur untuk hutangnya, tidak dijaminkan lagi kepada hutang lainnya.
  3. Apakah syarat-syarat yang diajukan oleh kreditur benar-benar tidak memberatkan dan disetujui debitur.
  4. Apakah hak-hak dan kewajiban lainnya sudah dipahami debitur.

Contoh surat perjanjian pinjam uang dalam bentuk akte di bawah ini (Ingat di bawah ini merupakan contoh/format yang bisa jadi tidak sama dengan aslinya):

Surat Perjanjian Pinjam Uang -> Unduh Format

Itulah sedikit penjelasan dan contoh mengenai surat perjanjian pinjam uang, hal tersebut hanya menjelaskan mengenai "surat perjanjian". Jika ada pertanyaan seputar artikel ini dapat Anda sampaikan melalui kolom komentar atau melalui Contact. Luangkan waktu sejenak Anda untuk Share artikel ini di social media jika sekiranya bermanfaat dengan menekan tombol di bawah ini. Terima kasih.

Tuesday, July 18, 2017

Surat Perjanjian Sewa Menyewa


Ketika seseorang menyewakan suatu barang tertentu dengan biaya yang mungkin sedang atau sangat mahal. Apakah pihak yang menyewakan langsung begitu saja memberikan barang tersebut kepada penyewa, tentu saja tidak. Pastinya harus ada bukti yang kuat agar sewa-menyewa tersebut menjadi aman. Karena pihak yang menyewakan tidak ingin mengalami kerugian pastinya dan begitu pula dengan penyewa yang tidak ingin menyewa barang yang tidak sesuai dengan yang diinginkan, oleh karena itu diperlukan surat perjanjian sebagai salah satu bukti adanya sewa menyewa.

Untuk itu yang kita butuhkan adalah Surat perjanjian sewa menyewa. Surat perjanjian sewa-menyewa adalah suatu surat yang berisikan perjanjian, dimana pihak yang satu (yang menyewakan) mengikatkan dirinya untuk memberikan kepada pihak yang lainnya (penyewa) berupa kenikmatan dari sesuatu barang selama waktu tertentu dan dengan pembayaran harga atau uang sewa oleh penyewa. Dalam hal ini hak dan kewajiban masing-masing pihak dicantumkan pada surat tersebut, sehingga kedua belah pihak tidak boleh ada yang di rugikan.

Adapun, Isi dan susunan surat perjanjian sewa-menyewa:
  • Objek atau barang yang disewakan,
  • Tujuan penggunaan objek yang disewakan,
  • Harga sewa yang disetujui,
  • Kewajiban memelihara objek yang dipersewakan,
  • Larangan mengadakan perubahan atas pemindahan hak kepada pihak ketiga,
  • Pengembalian objek yang disewakan, dan
  • Lain-lain yang diperlukan atau hak dan kewajiban lainnya yang dipandang perlu.

Selain itu, dalam menyusun surat perjanjian sewa menyewa hendaknya antara yang menyewakan dan penyewa memperhatikan:
  1. Penyewa mengadakan penelitian objek yang akan disewakan
  2. Yang menyewakan harus meneliti tujuan penggunaan objek yang disewakan
  3. Mengadakan pembicaraan untuk saling mengajukan syarat-syarat yang dikehendaki oleh kedua belah pihak
  4. Dalam mengemukakan hak dan kewajiban masing-masing pihak tidak boleh saling memaksakan kehendak
  5. Kedua belah pihak mengadakan kesepakatan yang menguntungkan kedua belah pihak
  6. Memilih dan menentukan saksi-saksi atau Notaris yang disetujui bersama.

Nah, itulah sedikit penjelasan singkat mengenai Surat Perjanjian Sewa Menyewa. Bagaimana? Apakah Anda paham, jika belum paham silahkan baca lagi dari awal sampai akhir. Untuk Format Surat dapat Anda unduh di bawah ini:

Surat Perjanjian Sewa Menyewa -> Unduh Format

Jika ada pertanyaan seputar artikel ini dapat Anda sampaikan melalui kolom komentar atau melalui Contact. Luangkan waktu sejenak Anda untuk Share artikel ini di social media jika menyukainya dengan menekan tombol di bawah ini. Terima kasih, Semoga bermanfaat.

Monday, July 17, 2017

Surat Perjanjian Kerja


Di suatu perusahaan karyawan memiliki hak dan kewajiban masing-masing dalam pekerjaannya, hal itu adalah aturan perusahaan yang telah disepakati antara pihak 1 (majikan) dan pihak 2 (karyawan) sebelum karyawan bekerja diperusahaan tersebut. Artinya karyawan telah melakukan perjanjian kerja dengan pimpinan untuk bekerja di perusahaan tersebut. Untuk melakukan perjanjian kerja tentu dibutuhkan surat perjanjian kerja, namun apakah itu surat perjanjian kerja?

Pengertian Surat Perjanjian

Surat perjanjian kerja adalah surat yang berisikan perjanjian antara pihak majikan atau perusahaan dengan pihak karyawan atau buruh. Di mana karyawan atau buruh berkewajiban melakukan suatu pekerjaan dengan mendapatkan gaji (upah) dan majikan (pengusaha) mempekerjakan karyawan (buruh) itu dengan membayar upah atau gaji.

Hak dan kewajiban masing-masing pihak dirumuskan dalam pasal-pasal seperti lama kerja, penempatan kerja, gaji, jam kerja, kerja lembur, cuti, jaminan sosial, dan lain-lain.

Isi dan Susunan Perjanjian Kerja

Adapun isi dan susunan perjanjian sebagai berikut:
  • Lamanya kerja
  • Penempatan kerja
  • Besarnya gaji
  • Jam kerja/jam kerja efektif
  • Kerja Lembur
  • Cuti
  • Jaminan Sosial
  • Pengobatan/kesehatan
  • Tata tertib lainnya, dan
  • Resiko, hak dan kewajiban lainnya oleh kedua belah pihak.

Menyusun Perjanjian Kerja

Dalam menyusun surat perjanjian kerja, maka majikan atau perusahaan harus:
  1. Mengadakan penelitian dengan seksama terhadap surat-surat lamaran kerja yang diterima perusahaan
  2. Mengadakan penelitian dengan seksama identitas dan latar belakang calon karyawan
  3. Berdialog dan mengadakan wawancara dengan calon karyawan
  4. Mengajukan syarat-syarat yang ditetapkan perusahaan. Mengadakan kesepakatan syarat-syarat perjanjian kerja yang menguntungkan kedua belah pihak
  5. Dalam mengemukakan hak dan kewajiban kedua belah pihak boleh saling memaksakan kehendak masing-masing. Kedua belah pihak mengajukan saksi-saksi yang netral tidak memihak kepada salah satu pihak.
Demikian penjelasan mengenai surat perjanjian kerja. Jika ada pertanyaan seputar artikel ini dapat Anda sampaikan melalui kolom komentar atau melalui Contact. Untuk format surat, Anda dapat mengunduhnya di bawah ini:

+ Surat Perjanjian Kerja #1 -> Unduh Format
+ Surat Perjanjian Kerja #2 -> Unduh Format

Luangkan waktu Anda untuk Share artikel ini jika menyukainya dengan menekan tombol di bawah ini. Terima kasih, Semoga bermanfaat.

Saturday, July 15, 2017

Bagian-bagian Surat Perjanjian yang Baik dan Benar

Salam Pembaca, semoga Anda sehat selalu.
Sebelumnya saya telah memposting artikel mengenai "Pengertian Surat Perjanjian". Nah, kali ini saya akan memberikan lanjutannya yaitu Bagian-bagian Surat Perjanjian. Yah, saya buat artikel ini untuk Anda yang belum memahami bagian-bagian surat perjanjian atau yang masih belum memahaminya. Baiklah langsung saja kita lihat di bawah ini.

Pada Umumnya setiap Surat Perjanjian terdiri atas tiga bagian, yaitu:

1) Awal (permulaan) perjanjian



2) Isi perjanjian

Pada bagian ini menguraikan secara lengkap objek, hak, dan kewajiban para pihak yang dituangkan dalam pasal-pasal.
Contohnya:


3) Akhir perjanjian

Pada bagian akhir perjanjian. biasanya dituliskan kata-kata yang berfungsi sebagai tanda penutup perjanjian.
Contohnya:

Itulah bagian-bagian dari surat perjanjian, Apakah Anda sudah paham bagian-bagian surat perjanjian. Jika ada pertanyaan mengenai artikel ini dapat Anda sampaikan melalui kolom komentar atau melalui Contact.

Luangkan waktu Anda untuk Sharing artikel ini jika menyukainya, Share artikel ini sangat bermanfaat untuk Blog ini. Terima kasih, Semoga bermanfaat.

Monday, July 10, 2017

Pengertian Surat Perjanjian


Salam hangat para pembaca. Setelah beberapa hari libur dan mudik Lebaran, tak terasa Blog ini tidak mengeluarkan artikel mengenai Surat. Meskipun sudah beberapa bulan belum juga mengeluarkan artikel karena kesibukan kuliah, Hehe....
Seperti sebelumnya, saya pernah mengeluarkan artikel tentang surat Niaga sampai ke beberapa contohnya. Namun kali ini saya akan menyampaikan artikel mengenai "Surat Perjanjian", tentu sampai ke beberapa contohnya.

Artikel ini saya buat untuk Anda yang belum mengerti, "Apa sih Surat Perjanjian?, Kegunaan Surat Perjanjian?, Isi Surat Perjanjian?, dan Contoh Surat Perjanjian?".

Oke, cukup basa-basinya. Langsung saja kita mulai dari pengertian Surat Perjanjian di bawah ini.

1. Arti Surat Perjanjian

Surat perjanjian adalah surat yang berisikan pernyataan seseorang atau lebih yang saling mengikatkan dirinya dengan orang lain untuk melakukan sesuatu perbuatan hukum. Jadi dengan dilakukannya perbuatan hukum ini, maka timbullah hak dan kewajiban antara para pihak.

Surat Perjanjian berfungsi sebagai alat bukti bila dalam pelaksanaan salah satu pihak tidak menepati janjinya atau melanggar ketentuan-ketentuan yang telah disepakati dalam surat perjanjian tersebut.

Untuk memperkuat perjanjian, kadang-kadang para pihak masih memerlukan kehadiran pihak ketiga untuk menyaksikan pembuatan perjanjian tersebut. Oleh karena itu di dalam surat perjanjian selain terdapat tanda tangan (tanda persetujuan) para pihak juga terdapat tanda tangan pihak ketiga sebagai saksinya. Jadi surat perjanjian di dalamnya harus terdapat pihak ketiga sebagai saksinya.

2. Syarat-syarat Surat Perjanjian

Agar suatu perjanjian dapat dikatakan sah, harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :
  • Adanya kesepakatan dari para pihak,
  • Kecakapan/kemampuan mengadakan perjanjian,
  • Adanya Objek tertentu, dan
  • Suatu sebab yang halal.

3. Macam-macam Surat Perjanjian

Pada dasarnya, perjanjian dapat dibedakan atas dua macam, yaitu perjanjian dua pihak (timbal balik) dan perjanjian sepihak. Suatu perjanjian dikatakan dua pihak, apabila dalam perjanjian itu menimbulkan kewajiban bagi kedua belah pihak yang mengadakannya, misalnya perjanjian jual beli, sewa menyewa, tukar menukar. Sedangkan perjanjian sepihak, apabila dalam perjanjian itu hanya menimbulkan kewajiban pada salah satu pihak saja, misalnya hibah.

Namun dalam prakteknya, surat perjanjian juga dibedakan menjadi dua macam yaitu surat perjanjian berbentuk akta di bawah tangan, dan yang terbentuk akta otentik. Akta di bawah tangan, yaitu surat perjanjian yang dibuat dan ditandatangani oleh para pihak yang mengadakannya. Sedangkan Akta otentik, yaitu surat perjanjian yang dibuat oleh dan di hadapan pejabat yang ditunjuk oleh pemerintah, misalnya Notaris. Dalam dunia perdagangan terdapat beberapa perjanjian yang diharuskan dengan akta otentik, misalnya jual beli barang atau rumah, pendirian PT. dan sebagainya.

4. Tata Cara Menyusun Surat Perjanjian

Bila kita akan membuat surat perjanjian, maka hendaknya harus disusun sebagai berikut:
  1. Judul Perjanjian
  2. Nama-nama pihak yang mengadakan perjanjian
  3. Pernyataan kesepakatan
  4. Isi perjanjian
  5. Saat dan jangka waktu berlakunya
  6. Penyelesaian perselisihan
  7. Klausa Penutup

Baca Juga: Bagian Surat Perjanjian

Itulah sedikit pengertian surat perjanjian. Bagaimana? Apakah Anda sudah memahami surat perjanjian? Jika Anda membaca dari awal sampai akhir, rasa saya tidak masalah. Namun jika Anda belum paham, Anda dapat bertanya melalui kolom komentar atau melalui Contact. Oh iya, share artikel ini sangat berguna sekali untuk Blog ini. Terima kasih, Semoga bermanfaat.

Tuesday, March 21, 2017

Contoh Perangkat/Dokumen Pembelajaran SD


Perangkat/Dokumen Pembelajaran sangat diperlukan oleh tenaga pendidik, seperti halnya dalam kegiatan belajar mengajar. Dalam kegiatan belajar mengajar butuh persiapan yang baik agar tujuan dalam belajar dapat tercapai, karena berpedoman pada dokumen pembelajaran yang ada. Untuk itu Admin akan memberikan contoh dari perangkat/dokumen pembelajaran SD dengan tujuan agar Anda paham mengenai perangkat pembelajaran di sekolah.

Contoh dari perangkat/dokumen pembelajaran ini hanya untuk Sekolah Dasar, berisi:
1. Pemetaan SK dan KD
2. Silabus
3. RPP
4. Promes
5. KKM

Langsung saja Anda Unduh di bawah ini:

Perlu Anda ketahui data di atas hanya sebatas contoh, akan lebih baik jika Anda dapat membuat perangkat pembelajaran Anda sendiri karena menyesuaikan silabus dan kurikulum sekolah Anda.

Tambahan:
Jika anda mengalami masalah ketika download seperti gambar di bawah ini:


Maka cukup anda Klik tanda sudut kebawah dan pilih Keep.



Jika ada pertanyaan terkait artikel dan konten pada Blog ini, anda dapat meninggalkan komentar atau bisa menghubungi saya melalui Contacts, akan saya balas pertanyaan anda segera mungkin. Terima kasih, Semoga bermanfaat.