Monday, July 10, 2017

Pengertian Surat Perjanjian

loading...


Salam hangat para pembaca. Setelah beberapa hari libur dan mudik Lebaran, tak terasa Blog ini tidak mengeluarkan artikel mengenai Surat. Meskipun sudah beberapa bulan belum juga mengeluarkan artikel karena kesibukan kuliah, Hehe....
Seperti sebelumnya, saya pernah mengeluarkan artikel tentang surat Niaga sampai ke beberapa contohnya. Namun kali ini saya akan menyampaikan artikel mengenai "Surat Perjanjian", tentu sampai ke beberapa contohnya.

Artikel ini saya buat untuk Anda yang belum mengerti, "Apa sih Surat Perjanjian?, Kegunaan Surat Perjanjian?, Isi Surat Perjanjian?, dan Contoh Surat Perjanjian?".

Oke, cukup basa-basinya. Langsung saja kita mulai dari pengertian Surat Perjanjian di bawah ini.

1. Arti Surat Perjanjian

Surat perjanjian adalah surat yang berisikan pernyataan seseorang atau lebih yang saling mengikatkan dirinya dengan orang lain untuk melakukan sesuatu perbuatan hukum. Jadi dengan dilakukannya perbuatan hukum ini, maka timbullah hak dan kewajiban antara para pihak.

Surat Perjanjian berfungsi sebagai alat bukti bila dalam pelaksanaan salah satu pihak tidak menepati janjinya atau melanggar ketentuan-ketentuan yang telah disepakati dalam surat perjanjian tersebut.

Untuk memperkuat perjanjian, kadang-kadang para pihak masih memerlukan kehadiran pihak ketiga untuk menyaksikan pembuatan perjanjian tersebut. Oleh karena itu di dalam surat perjanjian selain terdapat tanda tangan (tanda persetujuan) para pihak juga terdapat tanda tangan pihak ketiga sebagai saksinya. Jadi surat perjanjian di dalamnya harus terdapat pihak ketiga sebagai saksinya.

2. Syarat-syarat Surat Perjanjian

Agar suatu perjanjian dapat dikatakan sah, harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :
  • Adanya kesepakatan dari para pihak,
  • Kecakapan/kemampuan mengadakan perjanjian,
  • Adanya Objek tertentu, dan
  • Suatu sebab yang halal.

3. Macam-macam Surat Perjanjian

Pada dasarnya, perjanjian dapat dibedakan atas dua macam, yaitu perjanjian dua pihak (timbal balik) dan perjanjian sepihak. Suatu perjanjian dikatakan dua pihak, apabila dalam perjanjian itu menimbulkan kewajiban bagi kedua belah pihak yang mengadakannya, misalnya perjanjian jual beli, sewa menyewa, tukar menukar. Sedangkan perjanjian sepihak, apabila dalam perjanjian itu hanya menimbulkan kewajiban pada salah satu pihak saja, misalnya hibah.

Namun dalam prakteknya, surat perjanjian juga dibedakan menjadi dua macam yaitu surat perjanjian berbentuk akta di bawah tangan, dan yang terbentuk akta otentik. Akta di bawah tangan, yaitu surat perjanjian yang dibuat dan ditandatangani oleh para pihak yang mengadakannya. Sedangkan Akta otentik, yaitu surat perjanjian yang dibuat oleh dan di hadapan pejabat yang ditunjuk oleh pemerintah, misalnya Notaris. Dalam dunia perdagangan terdapat beberapa perjanjian yang diharuskan dengan akta otentik, misalnya jual beli barang atau rumah, pendirian PT. dan sebagainya.

4. Tata Cara Menyusun Surat Perjanjian

Bila kita akan membuat surat perjanjian, maka hendaknya harus disusun sebagai berikut:
  1. Judul Perjanjian
  2. Nama-nama pihak yang mengadakan perjanjian
  3. Pernyataan kesepakatan
  4. Isi perjanjian
  5. Saat dan jangka waktu berlakunya
  6. Penyelesaian perselisihan
  7. Klausa Penutup

Baca Juga: Bagian Surat Perjanjian

Itulah sedikit pengertian surat perjanjian. Bagaimana? Apakah Anda sudah memahami surat perjanjian? Jika Anda membaca dari awal sampai akhir, rasa saya tidak masalah. Namun jika Anda belum paham, Anda dapat bertanya melalui kolom komentar atau melalui Contact. Oh iya, share artikel ini sangat berguna sekali untuk Blog ini. Terima kasih, Semoga bermanfaat.


EmoticonEmoticon